senandikapertama
Menghayati kehilangan Sesungguhnya tadi aku ingin menulis tentang seorang bruder baik hati yang pernah ku kenal, sangat baik hingga pertemuan itu benar-benar menyentuh hatiku. Tetapi dalam proses menulis, aku menemui tantangan yang membuatku berhenti dan menundanya. Aku selalui menemukan kesulitan untuk menemukan kata pertama untuk memulai perjalanan menulis itu. Menuliskannya juga sudah memberiku rasa takut yang amat sangat. Takut menerima kenyataan bahwa orang yang sangat baik di dunia ini, sudah meninggalkan dunia untuk selamanya. Kau tidak lagi dapat melihat senyumannya, tak ada lagi waktu untuk bersenda gurau dan mendengarkan petuah kehidupan. Punya teman dan sahabat yang sangat bijaksana, rendah hati dan menyenangkan, adalah hal yang sangat berharga bagiku. Sehingga kehilangannya benar-benar sulit diterima, sangat sulit. Senja di Lumbanbulbul Balige Sesungguhnya, tahun kemarin aku kehilangan bapak juga. Bapak yang sangat kukasihi dan mengasihiku, satu-sat...