Tamu
Jadi, lama-lama saya berpikir. Ini bukan tentang orang lain, tapi tentang diri saya sendiri. Sepanjang waktu, manusia-manusia datang dan pergi semaunya. Seperti Henri Nouwen pernah bilang, bahwa semua orang yang ada di dalam hidup kita adalah tamu, kita lah yang memiliki rumahnya. Kita yang punya rumah itu, bukan orang lain, bukan tamu. Tamu-tamu kita akan datang, dengan berbagai karakter dan kepentingan, jujur saja semuanya adalah tentang apa yang dapat mereka ambil dari kita. Kita juga begitu, bertamu ke rumah orang lain karena punya kepentingan. Apakah itu salah? Tentu saja tidak, jika kepentingan ini tidak sampai merugikan yang punya rumah. Contohnya begini, kita berteman dengan seseorang karena ada sesuatu pada dirinya yang menumbuhkan rasa senang bagi kita. Mungkin saja karena wajahnya menenangkan, atau perkataannya menyejukkan. Setidaknya, sesuatu pada orang itu, tidak harus banyak tapi memberi kita manfaat. Foto ini saya ambil, sewaktu saya akan berangkat kerja ...