Postingan

Diamnya Pena, Suara Diri"

Aku mencintai menulis, meski aku tak pernah tahu kapan tepatnya hasrat ini bermula. Baris demi baris, aku melukis pikiran dan perasaan, menjelma menjadi diriku yang paling jujur. Namun, aku ingat jelas kapan semangatku terhenti: saat bisikan dunia luar menyusup ke dalam hatiku. Opini mereka tak hanya membuatku enggan merangkai kata, tetapi juga mengubah tulisanku menjadi sekadar pembelaan diri, berputar pada gagasan bahwa sikap orang lain keliru. Padahal, tak mungkin kita mengubah mereka. Hanya diri kita yang mampu bertransformasi. Mendengar omongan pihak lain justru membuat tulisanku hampa, hanya menyentuh permukaan tanpa kedalaman. Aku terlalu larut dalam tabiat manusia yang melukai, hingga lupa merenungi kisah-kisah hidup yang lebih esensial—tentang mengapa kita selalu merasa benar, atau mengapa kegagalan terasa begitu berat. Akibatnya, kemampuanku merangkai kata meredup. Aku tak lagi menulis, tak lagi berefleksi, dan hatiku bagaikan terpaku, kehilangan denyut. Tantangan hidup seh...

Kapitalisme: Dunia yang Tak Pernah Cukup

Gambar
  Dunia kapitalis mengajarkan kita bahwa hidup adalah perlombaan—berkompetisi, mengalahkan orang lain, dan terus berlari untuk bertahan. Dalam sistem seperti ini, kata cukup perlahan menghilang dari kamus kita. Sebaliknya, kita diajarkan untuk terus mengejar lebih banyak: kekuasaan, uang, status. Namun, siapa yang harus dikorbankan demi itu semua? Kapitalisme membuat kita menilai seseorang dari apa yang mereka kenakan, bukan siapa mereka sebenarnya. Ia menciptakan ilusi bahwa harga diri bergantung pada harga barang yang kita miliki. Orang-orang di kelas menengah berlomba-lomba masuk ke kelas atas, sering kali dengan mengorbankan nilai-nilai kebenaran. Dalam perlombaan ini, perilaku tidak etis—bahkan korupsi—menjadi hal yang "biasa saja." "Ambil sedikit saja, tidak ada yang tahu." "Semua orang juga melakukannya." "Awalnya cuma coba-coba." Begitu banyak alasan yang digunakan untuk membenarkan kejahatan. Korupsi dalam berbagai bentuk—dari menyalahgu...

Punya Anjing, Kenali Bahaya Rabies

Gambar
  Bahaya Rabies: Kurangnya Pemahaman Masyarakat dan Pentingnya Pencegahan Banyak orang memiliki anjing sebagai hewan peliharaan, namun sayangnya, banyak juga yang kurang memahami bahaya rabies dan bagaimana cara mencegahnya. Akibatnya, tidak sedikit orang terkena dampak yang serius dari penyakit ini, bahkan berujung pada kematian. Sebagai seorang yang bekerja di rumah sakit, saya telah dua kali menyaksikan pasien yang terkena virus rabies. Mereka mengeluarkan suara mengaung di ruang perawatan karena rasa sakit yang luar biasa, sebelum akhirnya meninggal dunia. Sewaktu kuliah, saya juga mendengar cerita dari seorang teman sekamar tentang adiknya yang meninggal karena rabies. Pengalaman-pengalaman ini membuat saya penasaran untuk mengetahui lebih lanjut tentang seberapa berbahayanya rabies. Rabies: Penyakit Mematikan yang Bisa Dicegah Rabies adalah penyakit viral yang sangat berbahaya dan ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, terutama anjing. Menurut data dar...

senandikapertama

Gambar
 Menghayati kehilangan Sesungguhnya tadi aku ingin menulis tentang seorang bruder baik hati yang pernah ku kenal, sangat baik hingga pertemuan itu benar-benar menyentuh hatiku. Tetapi dalam proses menulis, aku menemui tantangan yang membuatku berhenti dan menundanya. Aku selalui menemukan kesulitan untuk menemukan kata pertama untuk memulai perjalanan menulis itu. Menuliskannya juga sudah memberiku rasa takut yang amat sangat. Takut menerima kenyataan bahwa orang yang sangat baik di dunia ini, sudah meninggalkan dunia untuk selamanya. Kau tidak lagi dapat melihat senyumannya, tak ada lagi waktu untuk bersenda gurau dan mendengarkan petuah kehidupan. Punya teman dan sahabat yang sangat bijaksana, rendah hati dan menyenangkan, adalah hal yang sangat berharga bagiku. Sehingga kehilangannya benar-benar sulit diterima, sangat sulit.    Senja di Lumbanbulbul Balige   Sesungguhnya, tahun kemarin aku kehilangan bapak juga. Bapak yang sangat kukasihi dan mengasihiku, satu-sat...