Kapitalisme: Dunia yang Tak Pernah Cukup
Dunia kapitalis mengajarkan kita bahwa hidup adalah perlombaan—berkompetisi, mengalahkan orang lain, dan terus berlari untuk bertahan. Dalam sistem seperti ini, kata cukup perlahan menghilang dari kamus kita. Sebaliknya, kita diajarkan untuk terus mengejar lebih banyak: kekuasaan, uang, status. Namun, siapa yang harus dikorbankan demi itu semua? Kapitalisme membuat kita menilai seseorang dari apa yang mereka kenakan, bukan siapa mereka sebenarnya. Ia menciptakan ilusi bahwa harga diri bergantung pada harga barang yang kita miliki. Orang-orang di kelas menengah berlomba-lomba masuk ke kelas atas, sering kali dengan mengorbankan nilai-nilai kebenaran. Dalam perlombaan ini, perilaku tidak etis—bahkan korupsi—menjadi hal yang "biasa saja." "Ambil sedikit saja, tidak ada yang tahu." "Semua orang juga melakukannya." "Awalnya cuma coba-coba." Begitu banyak alasan yang digunakan untuk membenarkan kejahatan. Korupsi dalam berbagai bentuk—dari menyalahgu...