Tamu
Jadi, lama-lama saya berpikir. Ini bukan tentang orang lain, tapi tentang diri saya sendiri. Sepanjang waktu, manusia-manusia datang dan pergi semaunya. Seperti Henri Nouwen pernah bilang, bahwa semua orang yang ada di dalam hidup kita adalah tamu, kita lah yang memiliki rumahnya. Kita yang punya rumah itu, bukan orang lain, bukan tamu.
Tamu-tamu kita akan datang, dengan berbagai karakter dan kepentingan, jujur saja semuanya adalah tentang apa yang dapat mereka ambil dari kita. Kita juga begitu, bertamu ke rumah orang lain karena punya kepentingan.
Apakah itu salah?
Tentu saja tidak, jika kepentingan ini tidak sampai merugikan yang punya rumah. Contohnya begini, kita berteman dengan seseorang karena ada sesuatu pada dirinya yang menumbuhkan rasa senang bagi kita. Mungkin saja karena wajahnya menenangkan, atau perkataannya menyejukkan. Setidaknya, sesuatu pada orang itu, tidak harus banyak tapi memberi kita manfaat.
![]() |
| Foto ini saya ambil, sewaktu saya akan berangkat kerja |
Bahkan ketika kita memberi atau berbagi dengan orang lain. Meskipun kita memberikan milik kita kepadanya, nyatanya kita juga mendapatkan kebahagiaan dengan melakukan itu.
Jadi selalu ada keuntungan yang kita cari dan kita dapatkan. Jadi sayalah pemilik rumah, andalah pemilik rumah, ketika tamu kita datang, kita menyambutnya, menemani, mendukung, membantu, mendengarkan, hingga memeluknya. Tapi kitalah rumahnya, jadi bersiaplah untuk kepergiannya. Mungkin dia pergi karena kau tak lagi dapat memberikan kebutuhannya, atau mungkin karena dia tidak lagi nyaman dengan sikapmu yang sesungguhnya.
Atau, mungkin saja, andalah yang memintanya pergi, karena dia sudah merusak salah satu barang kesayangan anda, atau bahkan tiang rumah anda. Saya dan anda, tidak bisa menahan kakinya, manusia itu dinamis. Jadi biarkan dia pergi, tapi rumahmu, harus menjadi tempat yang paling nyaman di dunia untuk kau tinggali, untuk kau mengambil kekuatan lagi.
Tamu-tamu kita beragam karakternya, beragam kebutuhannya, mereka dapat pergi sewaktu-waktu atau berubah sewaktu-waktu. Tapi rumahmu harus tetap nyaman dan bersih dan membuat jiwamu sehat seumur hidupmu.

Komentar
Posting Komentar