Berteman dengan laki-laki

Freepik.com

Aku selalu penasaran dengan hubungan perempuan dan laki-laki, hubungan ini punya ciri khas tersendiri. Berteman dengan lawan jenis memiliki risiko untuk saling menyukai, menurutku begitu. Aku pernah punya seorang sahabat laki-laki, dengannya aku bebas mengungkapkan apa saja yang ada dipikiranku. Aku selalu senang bercerita dengannya, karena dia selalu memberi saran yang logis dan masuk akal ketimbang aku bercerita kepada temanku perempuan. Tapi belakangan ini komunikasi kami berdua tidak lagi seintens dulu, entah apa penyebabnya. Sebaik yang ku ingat adalah ia sedang menyukai wanita dan tatapan matanya hanya tertuju pada wanita itu. Tentu aku tidak ingin merusak semuanya, jadi aku putuskan untuk mengurangi komunikasi itu.
 
Tapi berdiskusi dengan laki-laki dan perempuan memang berbeda, bukan karena perempuan tidak bisa menjadi teman yang menarik untuk berdiskusi, tetapi karena perasaan perempuan begitu sensitive, jadi wajar jika sesekali perempuan harus menjaga tuturnya agar tidak ada yang tersinggung.

Berbeda ceritanya jika itu teman akrab, kita bisa leluasa untuk mengatakan apa yang kita sukai, teman-teman perempuanku juga dapat memberikan saran-saran yang logis. Jadi, kadang-kadang aku juga tidak setuju dengan pendapat bahwa perempuan tidak mampu memberikan alasan- alasan yang logis.

Berteman dengan laki-laki juga tidak selalu seseru itu, karena mereka tidak memiliki kepekaan seperti perempuan, pendapat atau saran-saran yang diungkapkan tidak selalu dapat diterima.

Tapi tetap saja, persahabatan antara laki-laki dan perempuan jarang berhasil?


Menurutku, hubungan persahabatan perempuan dan laki-lak hampir tidak mungkin tidak memunculkan ketertarikan dan ikatan emosional. Apalagi jika interaksi yang berlangsung menjadikan hubungan itu penuh dengan keintiman. Intim yang saya maksud di sini bukan mengarah pada hubungan seksual, tetapi tentang hubungan emosi.

Interaksi yang terus menerus, saling mendengarkan dengan penuh perhatian, sangat mungkin memunculkan ikatan emosional dan ketertarikan.

 

m.grafolio.com

 

Aku semakin yakin bahwa persahabatan pria dan perempuan akan memunculkan ketertarikan, setelah berapa waktu lalu aku menonton video dari Greatmind Yoututube Channel mengenai pertemanan pria dan wanita.

Mereka mengutip Jurnal Benefits worden attraction, yang menyatakan bahwa istilah platonic relationship benar ada, sering kali pada praktiknya ini hanya sekadar sugesti saja. Kita ingin sekali percaya, persahabatan antara pria dan wanita benar-benar bisa terjadi, tetapi dalam hati kita juga meyakini bahwa sexual attraction itu bisa terjadi.

Dia juga menambahkan bahwa pria dan wanita menyukai pertemanan lawan jenis, tapi tetap saja ini bahaya, karena bisa memunculkan perasaan saling menyukai. Saling menyukai atau saling mencintai tidak akan berbahaya jika masing-masing pihak tidak memiliki pasangan.

Mungkin laki-laki dan perempuan bisa berteman, tapi tetap saja harus menetapkan batasan. Baik laki-laki dan perempuan juga harus tahu tujuan dari hubungan pertemanan itu, meskipun tidak jarang hubungan pacaran atau relationship terjadi karena diawali oleh hubungan pertemanan.

Kita harus menetapkan batasan yang jelas antara teman, sebagai orang dewasa tentu segala sesuatu yang kita bina harus dilakukan dengan kesadaran yang penuh. Jangan memanipulasi perasaan orang lain, atau menikmati hubungan yang tidak punya arah yang jelas.

Laki-laki dan perempuan masih bisa berteman, namun baik perempuan dan laki-laki harus memiliki batasan. Sebab jika kita menyebut diri sebagai manusia harusnya kita tahu bagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Kita juga menyadari setiap rasa atau emosi yang datang ke dalam diri kita ketika kita menerima berbagai perlakuan dari lawan jenis kita.

Lalu bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan berteman?

Mungkin teman-teman akan semakin paham dengan menyimak video ini.

https://youtu.be/by7oJhK27Sg

 

 

 

 
 


 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diamnya Pena, Suara Diri"

Punya Anjing, Kenali Bahaya Rabies